PEKANBARU (RA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengimbau masyarakat di Provinsi Riau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada sore hingga malam hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Sanya Gautami, menjelaskan bahwa secara umum, cuaca Riau masih didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan masih berpotensi menjadi di sejumlah wilayah.
Pada pagi hari, cuaca di Riau umumnya didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan ringan terpantau terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hilir, Kampar, serta Kota Pekanbaru.
"Memasuki siang hari, cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar," ujarnya.
Kondisi ini berlanjut hingga sore dan malam hari, di mana hujan ringan hingga sedang diperkirakan meluas ke wilayah Rokan Hulu, Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru.
"Pada dini hari, potensi hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi di sejumlah daerah, seperti Kampar, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru,” ujar Sanya.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang di wilayah Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru pada sore hingga malam dan dini hari.
Sanya menambahkan, suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 55 hingga 99 persen. Sementara itu, arah angin umumnya bertiup dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Untuk kondisi perairan, BMKG Pekanbaru memastikan tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau masih tergolong rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran skala kecil.
Terkait potensi kebakaran hutan dan lahan, BMKG memantau ada 74 titik panas di Sumatera, dengan sebaran terbanyak berada di Provinsi Aceh. "Untuk Riau, hotspot terpantau nihil," jelas Sanya