Penolakan Relokasi Warga TNTN ke Kuansing, Ini Kata Bupati Suhardiman

Ahad, 18 Januari 2026 | 10:44:04 WIB
Aksi damai massa menolak relokasi warga TNTN di kawasan Tugu Proklamasi Pasar Cerenti, Kecamatan Cerenti, berjalan damai dan kondusif.

KUANSING (RA) - Penolakan terhadap wacana relokasi warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ke Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singgingi (Kuansing), Riau, terus bergulir.

Menyikapi aksi penolakan terhadap relokasi tersebut, Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, Suhardiman Amby saat dikorfirmasi Riauaktual.com mengatakan, pemerintah daerah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

"Kita hormati hak-hak mereka, khususnya warga Cerenti, untuk menyampaikan aspirasi. Silakan disalurkan ke DPRD Kuansing atau DPRD Riau maupun DPR RI. Nantinya biar lembaga legislatif yang menyampaikan ke kementerian terkait dan Satgas PKH pusat," ujar Suhardiman, Minggu (18/1/2026).

Suhardiman pun menegaskan, sebagai kepala daerah dirinya tunduk dan patuh terhadap keputusan Presiden RI Prabowo Subianto terkait pelaksanaan program strategis nasional.

"Jika ada perubahan keputusan relokasi, alhamdulillah. Namun jika tetap, kita juga siap melaksanakan," tegas Suhardiman.

Diketahui, aksi penolakan relokasi warga TNTN ke Kecamatan Cerenti sebelumnya telah dilakukan masyarakat Desa Pesikaian.

Aksi tersebut digelar di Kantor Desa Pesikaian beberapa waktu lalu, menyusul rencana pemerintah merelokasi sekitar 500 kepala keluarga (KK) warga TNTN ke desa tersebut.

Bahkan, spanduk penolakan relokasi warga Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terbentang di kawasan Tugu Proklamasi Pasar Cerenti, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi.

Spanduk berukuran sekitar 3x1 meter itu tampak dibubuhi tanda tangan warga sebagai bentuk petisi penolakan.

Sejumlah tulisan penolakan juga terlihat jelas, di antaranya 'Tolak Relokasi”, “Save Tanah Ulayat Sampo', 'Tanah Ulayat Kami Bukan Tanah Negara', serta 'Tolak Relokasi TNTN'.

Tags

Terkini

Terpopuler