PEKANBARU (RA) - Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan komitmennya dalam penanganan anak yang alami stunting atau gangguan pertumbuhan.
Agung menargetkan agar Kota Pekanbaru Zero Anak Stunting. Pada tahun ini, penanganan stunting direncanakan tanpa menggunakan APBD Pekanbaru.
"Kami nanti tidak lagi menggunakan APBD, tapi kami membuka donasi secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang punya kelebihan duit," kata Wako Agung, Jumat (2/1/2026).
Pemerintah Kota Pekanbaru juga menggandeng badan usaha dalam pemenuhan gizi anak yang alami stunting. Mereka bisa mendonasikan anggarannya untuk memberikan asupan gizi kepada anak sampai terbebas dari stunting.
"Kemarin sudah ada dari pihak PT Angkasa Pura II, insyaallah kita akan bentuk badannya. Badan Stunting Kota Pekanbaru yang khusus untuk membuka donasi," terangnya.
Masyarakat bisa berlomba-lomba untuk melakukan kebaikan dengan memberikan donasinya kepada anak yang alami stunting.
Pada tahun 2025 saja, hasil dari pendataan yang dilakukan pemerintah kota dibantu kader Posyandu, ada ribuan balita yang alami stunting atau gizi buruk.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pemko Pekanbaru segera mendistribusikan asupan vitamin serta makanan tambahan bagi anak-anak yang teridentifikasi stunting.
Pemko juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif mendukung program penanganan stunting demi terwujudnya generasi Pekanbaru yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
