Awali Kepemimpinan, Region Head PTPN IV Regional III Gaspol Konsolidasi Produksi

Awali Kepemimpinan, Region Head PTPN IV Regional III Gaspol Konsolidasi Produksi
Region Head PTPN IV Regional III Gaspol Konsolidasi.

RIAU (RA) - Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, langsung mengawali masa kepemimpinannya dengan memperkuat konsolidasi internal guna mengoptimalkan kinerja produksi tahun 2026. 

Langkah tersebut ditandai melalui rapat perdana bersama seluruh jajaran manajemen di Region Office PTPN IV Regional III, Pekanbaru, Senin (awal pekan ini).

Rapat dipimpin langsung oleh Bambang dan didampingi Operation Head Sori Ritonga serta Business Support Head Achmedi Akbar. 

Seluruh Kepala Bagian, Group Manager, hingga Manager kebun dan pabrik kelapa sawit (PKS) di lingkungan PTPN IV Regional III turut hadir.

Konsolidasi ini menjadi momentum awal kepemimpinan Bambang usai resmi dilantik dan menggantikan Ahmad Gusmar Harahap yang memasuki masa purnatugas setelah satu tahun mengabdi.

Dalam arahannya, Bambang menegaskan capaian kinerja 2025 akan dijadikan baseline minimal pada 2026. Ia menilai kekuatan utama PTPN IV Regional III terletak pada validitas data dan ketelusuran database yang kuat.

"Realisasi 2025 kita jadikan target baseline minimal 2026. PTPN IV Regional III punya data yang kuat dan valid, bahkan terlacak hingga lima tahun terakhir. Ini menjadi keunggulan kita," kata Bambang.

Ia juga menekankan pentingnya pengambilan keputusan berbasis data yang presisi dan berkelanjutan, didukung budaya kerja kolaboratif serta hubungan industrial yang kondusif.

Manajemen kemudian memetakan sejumlah faktor yang memengaruhi produksi, mulai dari kondisi tanah hingga optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai nutrisi organik tanaman.

Menjawab tantangan tersebut, PTPN IV Regional III menetapkan tiga strategi utama produksi 2026. Strategi pertama adalah transformasi pengelolaan bahan organik melalui pengembangan Pembenah Tanah Cair (Liquid Soil Amendment). 

Program ini diharapkan mampu memperbaiki kesehatan tanah, meningkatkan efisiensi serapan hara, sekaligus menekan ketergantungan pupuk kimia.

Strategi kedua yakni penguatan formula statistik kebun berbasis analitik data dan machine learning. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan akurasi proyeksi produksi hingga tingkat blok kebun.

"Dengan model statistik, potensi produksi per blok bisa dibaca secara objektif. Ini menjadi dasar keputusan produksi dan pemupukan yang lebih presisi," ujar Operation Head Sori Ritonga.

Melalui pendekatan tersebut, rekomendasi pemupukan tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap blok, termasuk umur tanaman, produktivitas historis, dan karakteristik lahan.

Strategi ketiga adalah pembangunan database serta penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) berbasis afdeling. 

Seluruh Asisten Afdeling diminta menginventarisasi data detail setiap blok kebun untuk memperkuat perencanaan bottom-up.

Selain itu, Regional III juga melanjutkan penguatan program agro-ekologi seperti Hatch and Carry serta penanaman beneficial plant guna menjaga keseimbangan ekosistem kebun. 

Pada 2025, pelepasliaran Elaeidobius kamerunicus tercatat mencapai 146,95 persen dari rencana.

Dari sisi investasi, PTPN IV Regional III menyiapkan 491.431 batang bibit untuk mendukung program tanam ulang dan tanam konversi. Pada 2026, rencana tanam ulang mencapai 2.927,59 hektare di delapan kebun serta tanam konversi seluas 509 hektare di Kebun Air Molek I.

Business Support Head Achmedi Akbar menegaskan pentingnya percepatan perizinan, ketepatan tender, dan pengawasan ketat agar seluruh program berjalan sesuai target.

Follow WhatsApp Channel RiauAktual untuk update berita terbaru setiap hari
Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index