Ironisnya Sawit Rakyat: Produksi Rendah, PSR Tak Optimal

Ironisnya Sawit Rakyat: Produksi Rendah, PSR Tak Optimal
Perkebunan sawit di Riau yang baru saja direplanting.

PEKANBARU (RA) - Perkebunan kelapa sawit rakyat saat ini masih menghadapi masalah yang serupa, yakni rendahnya produktivitas.

Dari catatan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) mencatat, produksi tandan buah segar (TBS) petani bermitra saat ini hanya berkisar 0,82 ton sampai 1,6 ton per hektare per bulan, dengan produksi CPO sekitar 2,1 sampai 2,4 ton per hektare per tahun.

Produksi TBS sawit petani swadaya bahkan jauh lebih rendah. Yakni berkisar antara 0,6 ton sampai 1,1 ton TBS per hektare per bulan dan produksi CPO hanya 1,2 sampai 1,6 ton per tahun.

"Dari data tersebut, diketahui bahwa produksi kebun sawit bermitra masih dua kali lebih rendah dari potensi idealnya, sedangkan kebun sawit petani swadaya bahkan tiga kali lebih rendah dari potensi ideal," ujar Sekjen DPP Apkasindo, Rino Afrino, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, Perkebunan sawit rakyat bisa mendapatkan produksi yang lebih tinggi dengan melakukan replanting, khususnya melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan bantuan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Ini terbukti, bahwa Perkebunan sawit rakyat yang telah melakukan PSR saat ini produksinya jauh lebih unggul. 

Dari data yang dihimpun Apkasindo, produksi sawit milik petani yang telak melakukan PSR saat ini berada di kisaran 3,2 ton per hektar per tahun. 

"Kesimpulannya, peremajaan sawit rakyat merupakan faktor kunci untuk meningkatkan produktivitas. Tapi ironisnya, realisasi PSR masih sangat rendah. Di tahun 2025 saja hanya 40 ribu hektare kebun sawit rakyat yang di-PSR, padahal targetnya 120 ribu hektare," ujarnya. 

Rino mengatakan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya realisasi program PSR ini. Mulai dari persyaratan yang sulit dipenuhi petani, lemahnya pendampingan, koordinasi lintas kementerian/lembaga serta banyaknya kebun sawit yang diklaim berada dalam kawasan hutan.

Follow WhatsApp Channel RiauAktual untuk update berita terbaru setiap hari
Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Sawit

Index

Berita Lainnya

Index