Awal 2024, Pekanbaru Dihiasi Tumpukan Sampah, Ini Penjelasan DLHK

Awal 2024, Pekanbaru Dihiasi Tumpukan Sampah, Ini Penjelasan DLHK
Tumpukan sampah di sekitar ruas Jalan HR Soebrantas, Kota Pekanbaru, Riau.

Riauaktual.com - Awal tahun 2024, Kota Pekanbaru, Riau, dihiasi dengan tumpukan sampah yang memenuhi sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di sejumlah ruas jalan. Sampah ini berserakan pada TPS resmi maupun TPS liar yang ada di sejumlah titik.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut mengakui, ada dua kendala yang menjadi pemicu masih ditemukannya tumpukan sampah sejak awal 2024.

Kedua kendala tersebut, pertama akibat terjadinya permasalahan teknis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Muara Fajar, Rumbai.

"Kita ada trouble (masalah) di TPA Muara Fajar, karena ada permasalahan teknis. Sehingga proses pembongkaran itu tersendat, mobil angkutan ngantri lama, sehingga ritasi terganggu," kata Ingot Ahmad Hutasuhut, Kamis (4/1/2024). 

Ia menuturkan, saat ini persoalan teknis di TPA tersebut sudah bisa diatasi. Dengan demikian, angkutan sampah sudah bisa masuk ke TPA. Pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar kegiatan pengangkutan bisa berjalan lancar. 

"Alhamdulillah sudah selesai, karena kemarin terganggu kendaraan pengangkut dari pihak ketiga, termasuk juga dari yang kita swakelola. Tapi Alhamdulillah sudah kita selesaikan dan sudah berjalan lancar lagi," terang Ingot. 

Pihaknya terus mengupayakan agar pengangkutan sampah dapat berjalan lancar ke depannya. Bahkan untuk hari ini, pihaknya meminta agar pihak ketiga menyelesaikan sampai malam.

"Mudah-mudahan ke depan bisa berjalan normal lagi. Hari ini kita maksimalkan sampai malam, secepatnya sudah bisa normal," harapnya.

Kemudian untuk kendala kedua, terang Ingot, lantaran saat ini masih dalam masa transisi dari operator sampah tahun 2024 ke operator sampah 2024.

"Untuk itu, kami mohon maaf kepada masyarakat karena memang proses transisi juga dan ditambah lagi ada kendala-kendala teknis di TPA," pungkasnya.

Berita Lainnya

index