SIAK (RA) - Ambruknya dermaga bongkar muat Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kampung Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Riau, mendapat perhatian serius dari Bupati Siak Afni Zulkifli.
Bersama Wakil Bupati Syamsurizal, Ketua DPRD Siak, dan sejumlah anggota DPRD, Afni langsung meninjau lokasi kejadian, Senin (5/1/2026) sore.
Afni menyampaikan, pelabuhan KITB saat ini dikelola oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjung Buton di bawah Kementerian Perhubungan sejak akhir Oktober 2024.
"Sebelumnya pelabuhan ini sempat disewakan kepada salah satu BUMD, yakni PT Samudera Siak. Lepasnya pengelolaan pelabuhan dari BUMD tersebut menjadi bahan evaluasi di awal masa jabatan kami," kata Afni kepada RiauAktual.com, Senin malam.
Ia menjelaskan, melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sirkuler pada 5 Agustus 2025, para pemegang saham PT Samudera Siak, yakni PT Sarana Pembangunan Siak dan PT Siak Pertambangan dan Energi, telah memberhentikan Direksi dan Komisaris lama secara tidak hormat dan menunjuk pengurus baru.
"Keputusan tegas ini diambil karena kinerja direksi yang dinilai buruk dan lalai dalam menjaga potensi penting daerah," ujarnya.
Dengan kepengurusan baru, Pemkab Siak saat ini terus berupaya mendapatkan kembali kepercayaan Kementerian Perhubungan agar pengelolaan Pelabuhan Tanjung Buton dapat dikembalikan ke BUMD daerah.
"Kami bersama Ketua DPRD Siak bahkan sudah datang langsung ke Kemenhub untuk meyakinkan bahwa BUMD Siak mampu mengelola pelabuhan KITB jika kembali diberi kepercayaan," ungkap Afni.
Ia menambahkan, ambruknya dermaga disebut pihak KSOP akibat kelalaian pengelolaan pada tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilai memperberat upaya Pemkab Siak dalam merebut kembali pengelolaan pelabuhan.
Afni menegaskan, pelabuhan KITB merupakan proyek strategis daerah yang diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
"Peristiwa ini sangat berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Namun kami bersyukur tidak ada korban luka maupun korban jiwa," pungkasnya.
#Siak